Latar Belakang
Yayasan Anak Tangguh, Yang lebih akrab disapa Sanggar Anak Tangguh, didirikan pada tanggal 07-07-2007. Sanggar dibangun dengan semangat “gotong royong”. Pendirian sanggar, diawali oleh kegelisahan dan keprihatinan dalam mencermati situasi dan kondisi pendidikan formal yang ada saat ini, khususnya di pedesaan. Wujud gotong royong dan peran aktif warga dapat dilihat dari kontribusi mereka dalam pembangunan sanggar, ada yang menyumbang dana, tenaga, dan pikiran. Wujud kongkrit kontribusi dan inisiatif warga diwujudkan dalam sumbangan bamboo, bahkan ada yang menyumbang pohon kambojanya untuk penataan taman sebagai tempat anak-anak bermain, ada yang menyumbang buku, mainan anak, dan lain-lain.
Sanggar Anak Tangguh, bertujuan untuk merintis dan mengembangkan pendidikan berfilosofi Holistik di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan pendekatan seni dan multi kultural. Metoda pendidikan dioptimalkan menggunakan alam dan lingkungan sekitar seperti Sawah (subak Kulidan), Sungai Wos (mulai dari tukad cengcengan, tukad batu kelet, tukad beji, tukad rarungan, tukad culikan, tukad tangkid dan sampai muara sungai Wos di pantai Ketewel, dan Pantai Ketewel, sebagai media belajar.
Setiap pelajaran yang diajarkan di sanggar diupayakan semaksimal mungkin dapat menghidupkan rasa ingin tahu anak “curiousity” dan menumbuhkan inisiatif di kalangan anak-anak.
Disamping skill seperti Bahasa Inggris, menggambar, menari, dan matematika. Yang terpenting juga anak-anak diharapkan dapat belajar tentang keorganisasian, memperkuat rasa percaya diri “self confidence” dan kepemimpinan.
Visi
Semua Tempat Adalah Sekolah
Semua Orang Adalah Guru
Semua Buku Adalah Ilmu
Missi
Meningkatkan partisifasi masyarakat guna mewujudkan pendidikan yang kontektual (sesuai dengan budaya dan kebutuhan lokal), dan berperan aktif dalam mengembangkan semangat multicultural.
Terbukanya akses dan control bagi masyarakat pedesaan untuk mendapatkan pendidikan yang murah dan berkualitas.
Tujuan Umum
Sanggar anak tangguh bertujuan merintis dan mengembangkan pendidikan yang berfilosofi holistic di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan-pendekatan seni dan multicultural. Metoda pendidikan dioptimalkan menggunakan alam dan lingkungan sekitar seperti Sawah, Sungai dan pantai sebagai media belajar.
Tujuan Khusus
- Melakukan riset dan aksi pendidikan berfilosofi holistic bagi masyarakat, anak-anak, dewasa, dengan menggunakan seni dan multicultural sebagai medianya.
- Membangun dan mengembangkan riset dan aksi pendidikan holistic secara Nasional dan internasonal.
Program
Penddikan Alternatif dan Pustaka Desa
Sanggar sebagai model pendidikan alternative, penyelenggaraan perpustakaan, dan pendampingan bagi anak-anak.
Penyelengaraan lokakarya, pelatihan, dan seminar bagi pelajar dan pendidik.
Riset, konsultasi pendidikan, serta penerbitan, “kabar dari sanggar” yang dikolola secara mandiri oleh anak-anak.
Edu Tourism
Menerima wisatawan, khususnya wisatawan yang mempuyai motif berlibur sambil belajar, Mengembangkan model tourism yang bersahabat kepada warga lokal dan mengembangkan solidaritas sosial dalam menjaga kelestarian alam.Warga mengharapkan wisatawan yang berlibur juga memiliki kesadaran untuk berbagi. Salah satu program yang telah dilaksanakan bekerja sama dengan yayasan kisara adalah “Bali Cultural Camp” dimana wisatawan dapat belajar membuat patung, topeng atau melukis di workshop seniman lokal (desa guwang). Peserta camper dapat mengajar anak-anak bahasa Inggris, komputer dan lain-lain..
Hemat Pangkal Sukses
Program ini adalah program yang berbasis pada gerakan untuk menabung dan berinfestasi pada hal-hal yang produktif. Anak-anak memutuskan untuk membuat program tabungan bersama, mereka merencanaka beberapa tahun kedepan mereka mampu untuk memiliki computer sebagai persiapan menyongsong era “E-learning “. Belajar berbasis penggunaan internet sebagai sarana untuk mendapatkan informasi.
Kampung Bebas Plastik
Program ini belum dapat dilaksanakan tetapi sebagai cikal-bakal sebuah id eke depan kampong kami akan terbebas dari plastic. Warga tidak akan mau memakai tas kresek (tas plastic) bila mereka berbelanja ke pasar atau ke warung tetapi akan menggunakan tas kain atau tas yang dapat dipakai berkali-kali.










Terima kasih bli komang adi yang memberi alamat bloger ini…
benar-benar sbuah wadah yang sangat bagus sekali, dimana pendidikan sudah tidak melulu nominal dan hanya membaca buku tentang suatu tempat atau konsep yang jauh dari awang2. tapi langsung terjun ke lokasi (partisipatory) itu yang ngga saya dan kebanyakan orang dapatkan. dan saya baru menyadari bahwa ilmu itu berawal dari alam, dan alam sebetulnya sudah mulai mendikte kita tentang keberdaan, dan isisnya. kita tinggal mengunduh sari2nya, dan menjaga sari2 itu agar lestari. alam tidak pernah berubah, kita yang selalu berubah memperlakukan alam.
Yang sjelas saya salut dengan konsep ini sukses selalu. kalo saya ke Bali saya diajak kesana bli komang sambil makan rujak …lupa namanya, yang pake merica ijo.
Saloute
martin yang merindukan bali dan udara segar
By: martin kreshna on November 19, 2008
at 9:33 am
Bli Komang, kalo ada acara ngomong2 donk…kan pingin ikut….kalau lagi lowong….!! Paling nggak bisa ngecengin relawannya..ha..ha…!!! Becanda..becanda!! Ntar tiang kena gampar….takyut….!! Tadi baru denger dari Bli Raka soal ke monkey Forestnya…Bli Komang ikut? Sudah ketemu soulmate disana???
By: Putri on November 23, 2008
at 1:43 pm
Great Idea, hope that can be develope the mentality of the children as they will be our next generation.
Keep the consistency & if possible to be more promoted so others children aware.
Regards
By: Made Erawan on March 24, 2009
at 10:09 am
Udah lama sekali saya meninggalkan Sanggar Anak Tangguh, terusterang saya kaget lihat kemajuan dari sanggar ini. Luar bisa, Bung Komang, salam untuk semua teman-teman disana. Kalau ada bantuan apa2 bilang ya…mana tau saya bisa bantu.
By: Ucok on July 11, 2009
at 3:31 pm
Sudah lama saya tidak datang ke sanggar, kangen sekali dengan suasana menyenangkan disanggar. Saya harap sesegera mungkin saya bisa bergabung kembali. Dan tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran teman2 dan juga anak-anak sanggar pada pernikahan saya kemarin, sungguh penghargaan yang luar biasa bagi saya dan suami. Salam hangat dari saya, semoga Sanggar Anak Tangguh semakin maju dan sukses.
By: Dewi on September 3, 2009
at 4:57 am