Posted by: anaktangguh | April 6, 2010

KARATUA, Permainan Tradisional Jepang Yang Mengajarkan Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup.

Pada hari Minggu, 21 Maret 2010, anak-anak memenuhi aula “Sanggar Anak Tangguh”. Mereka tampak riang gembira mencoba mainan baru, yang diujicobakan oleh kelompok Bali Clean Up, yang bernaung di bawah Japan Club Foundation.
Bali Clean Up, yang bernaung di bawah Japan Club Foundation, memang sudah sering melakukan aktivitas yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Merupakan berkah bagi anak-anak sanggar, karena mereka dapat kesempatan pertama kali uji coba mainan tradisional Jepang yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan. Anak-anak sanggar dapat kesempat uji coba mainan ini, berkat perhatian guru tari “salsa” yoyo (Yosiko), yang juga merupakan activis Bali Clean Up.
Mainan itu bernama “karatua” yaitu kartu yang berisi gambar-gambar tentang kondisi alam dan lingkungan, seperti sungai sampah, laut dan lain-lain. Cara memainkan karatua, adalah dengan cara Fasilitator membacakan seperti kuis atau pertanyaan tentang lingkungan hidup, kemudian anak-anak memilih gambar yang ada dihapan mereka, bagi anak yang mendapat kartu terbanyak menjadi pemenagnya. Mainan ini sangat menarik karena mereka bermain bersama teman-temanya, bukan dimainkan secara individu, karena masalah lingkungan adalah masalah bersama.
Jika mainan dan permainan ini memberi dampak yang signifikan terhadap kepedulian dan kepekaan anak-anak dalam hal penjagaan kebersihan lingkunan, maka permainan ini akan disebarkan lebih luas lagi ke beberapa kota besar di Indonesia.
Pelatihan permainan ini mengingatkan kami akan pertemuan dengan, ibu Pertemuan Dengan Ibu Sherry Keith, Ph.D. , Dosen dari Sun francisco university …. pada tanggal 20 Januari 2008, beliau sangat terkesan dengan pengalaman anak anak sanggar belajar dengan menggunakan alam sebagai medianya. Proses belajar yang menggunakan media Sawah, Subak Kulidan, Sungai dan ekosistemnya, serta pantai, sebagai media belajar bahasa Inggris, sangat menarik perhatian beliau.
Apalagi ketika kita paparkan tentang program Sand and Creativity dan Cleaning the beach. Dalam progam Cleaning the beach, anak-anak diajak bersih-bersih pantai dan dikenalkan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Serta cara mendaur ulang sampah an-organik dan proses komposting. Ibu Sherry sangat tertarik dengan program tersebut, karena kebetulan salah satu mata kuliah yang beliau pegang adalah tentang “children and enviroment”
Pertanyaan lugu dari anak-anak, setelah kita pilah dan kumpulkan sampahnya….. lalu apa langkah selanjutnya yang harus kita lakukan, tanya salah seorang anak. ……
Secara jujur kita baru hanya bisa memindahkan sampah dari satu tempat k tempat lai, ……. mungkin jalan terbaik adalah mengurangi konsumsi yang menghasilkan sampah di daerah hulu, perkotaan agar lingkuan di daerah hilir (laut) tidak menjadi tempat limbah.
We miss you …. hope you come to Bali …. to keep the globe always sustainable and smille.
Mado


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: