Posted by: anaktangguh | July 22, 2010

Festival Hari Anak 2010

Sebulan Merayakan Festival Hari Anak Nasional 23 Juli 2010

Creative Confident for the Nation, ALASE BALI  dan Anak Tangguh Foundation

Beberapa hari lagi kita akan memasuki tanggal 23 Juli 2010, yang berarti kita akan memperingati hari anak nasional. Banyak kalangan tidak menyadari bahwa tanggal 23 Juli adalah hari anak nasional. Hari anak nasional tidaklah sepopuler hari Kemerdekan,  hari Sumpah Pemuda atau hari –hari perayaan nasional lainya. Padahal anak-anak adalah tunas-tunas bangsa yang akan meneruskan estafet kebudayaan dan peradaban sebuah bangsa.

Dalam rangka perayaan hari anak nasional ini, ALASE (Aliansi LSM dan masyarakat sipil se-Bali) menyelenggarakan Festival Hari Anak Nasional dengan Tema : Creative, Confident for the Nation. Perayaan hari anak nasional dirayakan tidak tanggung-tanggung, Alase dan Anak Tangguh Foundation, menyelengarakan festival selama satu bulan. Perayaan diadakan setiap hari Minggu.

Ketua panitia penyelengara adalah Christina Arum, yang didukung oleh  Alase Bali. Alase bali sendiri didukung oleh beberapa organisasi seperti : Mitra Bali Fair Trade, Manikaya Kauci, Walhi Bali, PPLH Bali dan beberapa organisasi dan individu yang peduli terhadap perkembangan anak-anak Indonesia.

Minggu pagi yang cerah, 4 Juli 2010, acara disi dengan trash art atau merancang dan merangkai mainan dari barang-barang bekas atau sampah dan limbah yang diolah menjadi mainan, bunga artifisial, robot, mobil-mobilan dan lain-lain. Sampah dibuat menjadi sesuatu, yang dirancang sesuai kreativitas dan imajinasi  anak-anak. Yang terpenting dari acara trash art ini adalah menumbuhkan kesadaran, terutama di kalangan anak-anak tentang bahaya dari pada limbah, terutama limbah anorganik seperti plastik dan lain-lainya. Dengan harapan mereka memiliki kesadaran untuk meminimalisir sampah melalui tindakan-tindakan, seperti say no to plastik atau paling tidak, kalau belanja mengurangi penggunakan tas plastik sekali pakai.

Di hari Minggu pagi, tanggal 11 Juli 2010 diadakan workshop photography. Dalam workshop ini dijelaskan dasar-dasar photography. Yang menarik workshop ini tidak hanya menjelaskan panjang lebar tentang teori, tetapi lebih jauh lagi anak-anak diajak langsung hunting photo di sekitar sanggar dan susur sungai. Dalam pelaksanaanya anak-anak menggunakan kamera digital dan mereka dikelompokan. Satu kelompok pesertanya sekitar lima sampai enam orang anak. Setelah diberi kesempatan hunting  mereka sangat antusias, mereka berebut untuk mengabadikan objek-objek yang ada di sekitar lokasi  sanggar dan sepanjang perjalanan menuju susur sungai. Kalau ada yang penasaran silahkan datang karena hasil jepretan mereka akan dipamerkan pada hari Minggu, 25 Juli 2010.

Hari Minggu sore yang cerah, 18 July 2010, sekitar jam 2 siang anak-anak sudah ramai  berkumpul di sanggar, dan sekitar jam 3 siang mereka berangkat ke pantai Rangkan, Ketewel. Di pantai mereka bermain-mainan tradisional, seperti congklak raksasa yang dibuat di pasir, kapal-kapalan, dan lain-lain. Yang paling menarik perhatian mereka adalah program sand and creativity, dimana anak-anak dilibatkan dalam pembuatan patung pasir di tepi muara sungai. Anak-anak asik membuat patung pasir kreasi dan imajinasi mereka, ada yang membuat patung penyu, ada yang membuat patung ikan pari, dan lain-lain. Yang tidak kalah hebohya adalah kehadiran seniman patung asal desa setempat (desa Guwang). Yang membuat patung lumba-lumba bersama anak lumba-lumba sepanjang 5 meter. Semua kegiatan ini di difilmkan dan rencanaya akan ditayangkan pada puncak acara tanggal 25 Juli 2010, di Sanggar Anak Tangguh.

Kami mengundang adik-adik, kawan-kawan, dan Bapak Ibu sekalian, untuk ikut berpartisipasi dan memeriahkan puncak acara perayaan Festival Hari Anak Nasional 2010, Yang akan diselenggarakan di Sanggar Anak Tangguh.  Yang beralamat di Jalan Salya, Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati. Acara puncak akan diisi : pameran hasil karya anak-anak yang mengikuti workshop photography.  Pameran hasil karya lukisan anak-anak yang ikut kelas melukis. Program Painting Class ini diberi nama “Lempad Reborn” sebagai generasi kedua setelah dua tahun berjalan program painting class “little Picaso”. Adapun tema lukisan yang diangkat adalah tentang pelestarian lingkungan, human right awareness trought drawing.

Event juga akan dimeriahkan oleh welcome dance oleh “Quin of Anak Tangguh”, dibawah asuhan guru tari salsa dan cha cha mereka, yang berasal dari Jepang yaitu Yoshiko (yoyo).  Acara juga akan dimeriahkan oleh pentas kabaret dan teater dari Yayasan Senang Hati, sebuah organisasi yang peduli terhadap kaum disable di Bali. Mengantarkan matahari ke ufuk barat, acara akan dimeriahkan oleh pentas beberapa grup musik indie seperti Dialog Dini Hari, Bayak (geekssmile), Raperclown, No Stress, Orgasmatron, dan masih banyak lagi yang lainya.

Sekilas tentang anak tangguh, yang menjadi venue dari sebagian besar perayaan Festival Hari Anak Nasional 2010. Anak Tangguh Foundation atau yang lebih akrab disebut Sanggar Anak Tangguh adalah salah satu Sanggar yang dibangun secara bergotong royong oleh warga sekitar desa Guwang. Setiap warga yang menyadari akan parahnya kondisi pendidikan formal saat ini, berinisiatif dan ikut berpartisipasi aktif dalam mencarai upaya alternatif untuk melakukan langkah-langkah kecil dalam upaya memperbaiki situasi pendidikan yang terseret ke arah privatisasi. Seperti syair lagu Aku Mau sekolah Gratis untuk Semua, Marginal.

Pendidikan Mahal Banget….

Pendidikan sama seperti jaman penjajahan ….

Pendidikan hanya untuk orang yang berduit saja…..

Pendidikan hanya untuk kelompok penguasa saja…..

Pendidikan Mahal Banget……

Saanggar mencoba memberikan tawaran alternatif dalam mengantisipasi kesenjangan di sektor pendidikan. Kesenjaang pendidikan antara masyarakat kaya yang tinggal di perkotaan dan masyarakat miskin yang tinggal dipedesaan. Sanggar anak tangguh memproklamirkan diri sebagai sanggar yang mengusung pendidikan alternatif dan holistic. Yang menggunakan unsur-unsur kesenirupaan dalam proses pendidikanya. Yang terpenting pula bahwa pendidikan itu diupayakan kontekstual, sesuai dengan lingkungan sekitar.

Penggunaan lingkungan sekitar sebagai media belajar, seperti sawah (subak Kulidan), Sungai Wos dan ekosistemnya, dan Lingkungan pantai Ketewel. Visi Sanggar Anak Tangguh adalah menjadikan semua tempat adalah sekolah, semua buku adalah ilmu dan semua orang adalah guru. Dalam mengimplementasikan visi tersebut. Anak-anak memakai potensi alam dan lingkungan sebagai  sarana belajar, seperti jika mereka menggambar mereka langsung ke sawah menggambar pohon bayam atau cabe. Dalam upaya mengejawantahkan visinya, Anak Tangguh memiliki motto : “Strong Children Strong Nation”

Harum &I Komang  Adiartha

http://www.anaktangguh.wordpress.com


Responses

  1. foto 2 anak ini keren sekali, saya suka.
    terima kasih bli komang adi dan mbak harum

    • thanks a lot juga yaa…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: