Posted by: anaktangguh | May 6, 2011

Karya Yang Membuat Saya, Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Dua karya lukisan yang menarik perhatian saya, adalah karya dari Kadek Adi  umur 13 tahun, anak SMP 2 Sukawati dan karya Yanto , umur 13 tahun, yang bersekolah di SMP 3 Sukawati.  Karya Adi diberi judul “AKU” atau “Idolaku” dan karya Yanto berjudul “penebangan hutan”. Berdasarkan usianya, kedua pelukis ini dapat diklasifikasikan ke dalam masa remaja. Masa remaja sering disebut sebagai masa  transisi, dimana mereka sudah melewati dunia anak-anak tetapi tidak mendapat akses kepada dunia  orang dewasa. Dalam karya  yang berjudul “Aku”, dilukiskan figur dunia kartun dengan pose setengah badan. Gaya rambutnya seperti tokoh kartun Jepang, berkacamata, berpakaian dalam hem dan dibungkus dengan suiter atau jas, dan dasi kupu-kupu berwarna merah. Latar belakang berwarna merah menyala dengan garis-garis seperti cahaya dan dilengkapi dengan gelembung kata dengan tanda tanya dan tand seru. Mengamati lukisan ini secara semiotik dapat dibaca bahwa tokoh yang dilukiskan adalah tokoh pahlawan dalam dunia kartun Jepang. Pahlawan haruslah  kuat dan tangguh digambarkan dengan bentuk cahaya merah yang keluar dari tubuhnya. Pahlawan ini adalah pahlawan yang cerdas dan memiliki nilai-nilai etika dilihat dari pakian yang dikenakan rapi dan elegan.

Karya dengan judul “Penebang Hutan” dilukiskan seorang yang berbadan kekar dengan sikap berkacak pinggang dan bertopi.  Di belakangnya berdiri dua pohon dan gunung.  Ruang antara pohon dan gunung disapu dengan warna kuning. Sikap orang dengan berkacak pinggang, gesture tubuh yang angkuh menggambarkan kerakusan pelaku illegal loging membabat hutan tanpa mempertimbangkan akibatnya. Melalui karya ini, pelukis ingin mengajak kita bersama melihat realitas rusaknya hutan oleh prilaku manusia yang tidak menghormati alam. Manusia sudah menganggap dirinya sebagai  penguasa tunggal yang bisa berbuat sekehendak hati terhadap  alam ini.  Akibatnya, hutan menjadi tandus yang ketika hujan turun terjadi banjir dimana-mana. Kita sudah meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kita yakni senantiasa membangun hubungan yang harmonis dengan alam demi tercapainya hidup yang damai dan bahagia. Bentuk keraifan local masyarakat Bali berkaitan dengan alam dalam ritual dan prilaku sehari-hari sebagai bentuk implementasi dari ajaran tri hita karana.

                             

Masa remaja  adalah masa masa peralihan dari masa anak-anak ke masa  dewasa, dimana terjadi perubahan secara psikis dan pisik. Bila ditinjau dari perkembangan biologis, yang dimaksud dengan masa remaja adalah mereka yang berusia 12 tahun sampai dengan 21 tahun. Klasifikasi  masa remaja yang ambivalen karena sudah mengambil jarak dengan dunia anak-anak tetapi tidak mendapat akses kepada dunia  orang dewasa. Selain tampak pada perkembangan pisik dan perkembangan seksualnya, masa remaja menampakkan ciri-ciri cara berpikir kausalitas, emosi yang meluap-luap, menarik perhatian lingkungan, terikat pada kelompok, masa merindu dipuja, dan lainnya. Menurut Zulkifli, sikap remaja laki-laki yang disebut dengan pemuda antara lain: 1) aktif memberi, melindungi, dan menolong; 2) ingin memberontak dan mengritik; 3) ingin mencari kemerdekaan berpikir, bertindak, dan memperoleh hak-hak untuk turut berbicara;  4) suka meniru perbuatan orang-orang yang dipujanya; 5) minatnya tertuju kepada hal-hal yang abstrak; dan 6) lebih memuja kepandaian yang dimiliki seseorang daripada orangnya.

Drs. Ketut Supir, M Hum.

Guwang, Saraswati, 23 April 2011.

Dosen, Fakultas Seni Rupa Universitas Ganesa, Singaraja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: