Posted by: anaktangguh | February 12, 2012

Photography Programme:Fasilitas Umum Di Mata Anak-Anak.

Yayasan Anak Tangguh yang memproklamirkan diri sebagai sanggar yang mengusung konsep pendidikan alternative. Salah satu alternative yang ditawarkan adalah menggunakan media kesenirupaan sebagai media dalam proses pembelajarannya. Sanggar Anak Tangguh juga sangat terbuka untuk bekerja sama, apalagi kerja sama yang terjalin didasari oleh rasa empati terhadap perjuangan untuk mewujudkan pendidikan yang murah dan berkualitas. Semangat keterbukaan dan solidaritas tercermin dari Misi Yayasan Anak Tangguh, yaitu : Setiap tempat adalah Sekolah, Setiap orang adalah Guru dan Setiap buku adalah Ilmu. Dalam program ini, dipilih photography sebagai media dalam proses pendidikanya. photography dipilih sebagai media dalam proses pendidikan, karena photography memiliki kekuatan sebagai media untuk berkreasi dan sekaligus sebagai media untuk mengapresiasi situasi dan kondisi lingkungan alam dan lingkungan sosialnya. Dalam program ini, dipilih satu tema yang dibahas adalah tentang “fasilitas umum”. Walaupun tema yang dipilih sama yaitu ‘fasilitas umum”, namun media pemotretan dilakukan secara beragam, mulai dari kamera mainan, kamera film, kamera digital, dan kamera SLR, bahkan ada satu kamera yang menarik yaitu satu kamera yang dapat merekam gambar 360 derajat.

Metoda pendekatan yang dipakai adalah metoda Monev Visual (monitoring dan evaluasi visual). Metoda ini dipakai sebagai metoda dalam merekam, menganalisa dan mengapresiasi kondisi fasilitas umum yang ada disekitar lingkungan anak-anak, oleh anak-anak. Tentunya cara ungkap yang diharapkan adalah cara ungkap anak-anak “sesuai dengan kaca mata anak-anak” bukan cara pandang orang dewasa. Anak-anak diajak larut dan menyatu dengan lingkungan yang sedang dibahas. Pembahasan dilakukan mulai dari diskusi secara inten, mengamati, meneliti dan melakukan proses perekaman dengan media memotret kondisi riil dilapangan. Dalam diskusi yang dilakukan oleh anak-anak mereka berhasil merumuskan apa saja yang termasuk fasilitas umum. Fasilitas umum menurut mereka antara lain : pura, pasar, pantai, lapangan, sungai, perpustakaan, sekolah, jalan raya, TPA (tempat pembuangan akhir), rumah sakit, hutan desa, dan lain-lain.

Dari foto-foto yang dihasilkan oleh anak-anak, kemudian dilakukan proses apresiasi yang dilakukan bersama antara anak-anak dan pendamping secara partisipatif. Dengan keyakinan “A Picture Tells a thousand words” sebuah gambar bisa menceritakan ribuan kata. Program ini, merupakan eksperimen, untuk mengkombinasikan antara pengetahuan tentang photography dan penumbuhan kesadaran kritis anak-anak dalam mengapresiasi lingkunaganya. Proses apresiasi yang dilakukan dimulai dari mengapresiasi “fasilitas umum” dengan cara memotret dan kemudian mengapresiasi fotonya.

Dalam berkarya 35 anak-anak perempuan yang didampingi oleh, Mba Sri Utami, seorang alumnus dari Allgonquin College, Jurusan Photography, Canada. Yang sebelumnya Mba Sri berprofesi sebagai documentary photographer, di beberapa internasional NGO di Afganistan dibawah PBB.

I Komang Adiartha, S Sn.

Founder Anak Tangguh Foundation

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: